Ini Tujuh Kebiasaan Salah Pengendara Motor Matik yang Bikin Cepat Rusak

BERITAPEDOMAN.com – Motor matik memang menyajikan kemudahan serta kepraktisan dalam berkendara. Pasalnya, pengemudi hanya cukup mengontrol gas dan rem dalam mengoperasikannya. Hanya saja, banyak pengendara motor matik melakukan kesalahan dan kesalahan itu tanpa disadarinya telah menjadi kebiasaan yang justru membuat motor cepat rusak.

Lantas, apa saja kesalahan-kesalahan itu? Simak berikut seperti dilansir dari Kumparan, Senin (20/7/2020).

Langsung menghidupkan mesin motor

Motor matik lansiran tahun muda umumnya sudah dibekali dengan teknologi injeksi dan ECU. Kesalahan pertama yang biasa dilakukan pengendara adalah langsung menyalakan mesin ketika kunci kontak ke posisi on. Padahal, seharusnya menunggu sampai indikator MIL hilang.

Ini bertujuan agar Anda bisa mengetahui apakah ada kerusakan pada motor.

Tuas rem ditekan sambil berjalan

Perilaku yang satu ini paling sering dilakukan. Ya, ketika sepeda motor melaju, posisi jari masih menekan tuas rem.
Selain lampu rem cepat putus, komponen kampas rem juga akan cepat aus sebelum waktunya.

Menahan gas saat macet

Masih berkaitan dengan hal tadi, ada juga pengendara yang menahan tuas gas ketika kondisi macet. Mereka membuka gas sedikit namun laju motor ditahan tuas rem.
Kebiasan salah ini bisa membuat komponen kampas kopling cepat mengalami aus. Jika sudah begini, perkiraan servisnya bisa menyentuh Rp500 ribu.

Abai ganti oli CVT

Pemilik motor matik cenderung fokus hanya mengganti oli mesin saja. Padahal kualitas oli transmisi punya peran penting untuk menjaga komponen dalam CVT.

Putar gas dalam-dalam di awal

Hal ini sering ditemukan ketika pengendara berhenti di lampu lalu lintas. Saat lampu berpindah ke hijau, pengendara matik langsung tancap gas dalam-dalam. Kebiasaan ini bisa memicu kerusakan pada komponen v-belt, roller, dan pastinya konsumsi BBM akan boros.

Mematikan mesin dengan standar samping

Fitur side stand switch adalah fitur keamanan untuk mencegah motor menyala ketika standar samping masih turun. Tapi kehadiran fitur ini justru digunakan untuk mematikan mesin motor.

Ketika standar samping ditegakkan, mesin memang akan mati, tetapi instrumen lain seperti lampu depan dan belakang, speedometer tidak langsung mati. Nah, instrumen tadi butuh daya pada komponen aki.
Efeknya tidak langsung, namun jika sering dilakukan dipastikan umur dari aki tak akan bertahan lama.

Malas bersihkan komponen CVT

Kebiasaan lainnya adalah kebiasaan malas membersihkan atau mengecek komponen dalam CVT. Seperti diketahui, motor matik digerakan oleh v-belt dan pulley.

Karena itu, menjaga performa CVT perlu dilakukan agar gejala gredek saat akselerasi awal tak terjadi. Selain itu, komponen kampas kopling juga akan tetap baik. Nah, jika bermasalah akan menimbulkan bunyi bising seperti decitan atau gesekan besi.

Editor : Marwiah Syam

Comment