MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Guna menekan laju inflasi agar tetap terkendali dan berada dalam target sasaran pada 2020 ini, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel akan terus memfokuskan stretegi pada aspek 4K.
4K sendiri, meliputi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif serta didukung dengan kerjasama antar daerah.
Kepala BI Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengatakan, adapun beberapa upaya pengendalian inflasi kedepan yang akan dilakukan antara lain melalui penguatan koordinasi untuk menjaga keterjangkauan harga melalui pengawasan jalur distribusi yang melibatkan rantai perdagangan yang cukup panjang dan merupakan komoditas pangan yang sensitif seperti bawang putih dan gula pasir.
Upaya lainnya, yakni menjaga ketersediaan pasokan melalui koordinasi perdagangan antar daerah (Kabupaten/Kota) yang efektif, utamanya untuk komoditas bawang merah di Kabupaten Enrekang, dan daging ayam ras di Kabupaten Sidrap, dan perdagangan antar wilayah lingkup Provinsi melalui inisiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPID se-Sulampua.
“Apalagi ditengah pandemi Covid-19, TPID berupaya untuk meningkatkan koordinasi dan melakukan komunikasi yang efektif. TPID juga berupaya untuk mendukung implementasi Instruksi Gubernur Sulawesi Selatan No.188.554/2204/BIRO HKM tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Corona Virus Disease 19 (COVID-19),” katanya melalui siaran pers, Sabtu (6/6/2020) malam.
Dukungan yang dilakukan melalui penguatan komunikasi ini, kata Bambang, agar masyarakat melakukan belanja kebutuhan pangan secara bijak melalui media cetak dan media sosial.
Selain itu, ketersediaan pasokan bahan pangan juga terus dijaga melalui koordinasi intensif dan pertukaran data serta informasi bersama Dinas Perdagangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta Dinas Ketahanan Pangan.
“Dengan upaya tersebut, inflasi Sulsel pada 2020 ini diperkirakan dapat tetap dijaga dalam kisaran yang ditetapkan 3±1 persen,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment