BERITAPEDOMAN.com – Saat orang terkena kanker paru-paru, pastinya mengira orang tersebut adalah perokok aktif. Padahal, banyak orang terkena kanker paru-paru yang notabene adalah bukan perokok.
Lantas faktor apa sih menjadi penyebab orang terkena kanker paru, padahal non perokok? Simak yuk seperti dilansir dari HelloSehat.com, Selasa (4/2/2020).
Gas radon
Penyebab utama kanker paru bagi non-perokok adalah paparan gas radon.
Hal itu juga dikemukakan US Environmental Protection Agency (EPA).
Gas radon sendiri, adalah gas yang terjadi secara alamiah yang terbentuk ketika uranium meluruh dan biasanya terjadi secara alami di luar ruangan dalam jumlah yang tidak membahayakan, tetapi hal itu kadang-kadang menjadi terkonsentrasi di rumah yang dibangun di atas tanah dengan endapan uranium alam.
Studi lain juga telah menemukan bahwa risiko kanker paru-paru lebih tinggi pada orang yang tinggal selama bertahun-tahun di sebuah rumah yang terkontaminasi radon.
Disebutkan mereka yang merokok dan terpapar radon memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kanker paru dibandingkan dengan yang tidak merokok dan terpapar gas radon.
Sekedar diketahui, gas radon dapat berjalan melalui tanah dan memasuki rumah melalui celah-celah fondasi, pipa, saluran air, atau bukaan lainnya.
Perokok pasif
Perokok pasif atau penghirup asap yang dihasilkan dari perokok lain yang tinggal atau bekerja bersama Anda merupakan faktor risiko untuk munculnya kanker paru-paru.
Non-perokok yang tinggal dengan perokok memiliki peningkatan risiko sebesar 24 persen untuk terkena kanker paru-paru bila dibandingkan dengan non-perokok lainnya.
Asbes
Ini adalah senyawa yang banyak digunakan di masa lalu, baik sebagai bahan isolasi termal ataupun akustik. Serat mikroskopik asbes inilah yang terlepas dari bahan isolasi dan terbang melalui udara, sehingga dapat terhirup ke dalam paru-paru.
Polusi udara
Sudah lama diketahui bahwa polusi udara dalam ruangan maupun luar ruangan menyebabkan kanker paru-paru.
Bahkan, organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2013 lalu mengklasifikasikan polusi udara luar ruangan sebagai agen penyebab kanker (karsinogen), diantaranya polusi udara dari kendaraan, industri, dan pembangkit listrik dapat meningkatkan kemungkinan perkembangan paru-paru pada para individu yang terpapar.
Selain itu, para ahli juga percaya bahwa kontak yang terlalu lama dengan udara yang sangat tercemar dapat membawa risiko perkembangan kanker paru-paru yang mirip dengan perokok pasif.
Keturunan
Karena tidak semua perokok berakhir dengan kanker paru-paru, maka ada kemungkinan bahwa faktor-faktor lain, seperti kerentanan genetik individu, mungkin memainkan peran sebagai penyebab kanker paru-paru.
Sejumlah penelitian juga telah menunjukkan bahwa kanker paru-paru lebih mungkin terjadi di kedua individu, baik perokok maupun non-perokok, yang memiliki kerabat penderita kanker paru-paru dibandingkan dengan populasi umum.
Editor : Marwiah Syam
Comment