Pasca Akusisi Holcim, Semen Indonesia Optimis Peluang Pasar Akan Jauh Lebih Besar

JAKARTA, Beritapedoman.com – PT Semen Indonesia Tbk optimis peluang pasar akan jauh lebih besar pasca akuisisi saham mayoritas Holcim Indonesia, dimana lewat anak usahanya, PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIBB) saat ini menguasai 80,6 persen saham di Holcim.

Direktur Pemasaran and Supply Chain Semen Indonesia, Adi Munandir, mengatakan, dengan masuknya Holcim dalam holding akan membuka pasar baru yang jauh lebih luas.

Selain itu, efisiensi dalam operasi dan pemasaran juga sangat signifikan setelah proses integrasi aset-aset eks Holcim rampung.

“Akuisisi Holcim itu menambah kapasitas (produksi) 14 juta ton. Harapannya pasti penjualan meningkat, tapi itu tergantung demand yang ada. Dengan optimalisasi dari dua perusahaan yang sudah ada dan sinergi lewat akuisisi, kita bisa create pasar baru berdasarkan program-program yang sudah kita susun,” katanya usai RUPS di Hotel Sheraton, Jakarta, seperti dilansir dari Detik.com dan beberapa sumber, Kamis (23/5/2019).

Sekedar diketahui, saat diakusisi, Holcim mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,5 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.400 orang.

Selain integrasi pabrik, katanya, Holcim juga memiliki puluhan pabrik pengemasan dan distribution center yang akan membuat pemasaran semen bisa menjadi sangat murah dan penetrasi pasar bisa lebih efektif.

“Setelah akuisisi Holcim, kita integrasikan plant, distribution center ada 20 unit, dan packing plant yang jumlahnya 36 unit. Kita sedang melakukan re-modelling, sehingga bisa melayani pasar-pasar dengan cost yang paling efisien. Kita memperbaiki tak hanya kinerja (produksi) saja, tapi juga dari sisi efisiensi di supply chain, penjualan, dan pemasaran,” ungkap Adi.

Sebagai informasi, Semen Indonesia telah merampungkan proses pengambilalihan saham PT Holcim Indonesia Tbk pada 31 Januari lalu, dimana Semen Indonesia membeli 6.179.612.820 saham Holcim dengan harga Rp2097 per lembar. Dengan begitu, total harga pembelian 80,64 persen saham tersebut, senilai Rp12,9 triliun.

Tujuan pengambilalihan saham Holcim sendiri, antara lain untuk memperluas jaringan pabrik semen di dalam negeri, memperluas diversifikasi jenis produk yang ditawarkan, meningkatkan efisiensi, khususnya biaya distribusi dan bahan baku.

Selanjutnya, memperkuat posisi bisnis ready mix dengan berbagai variasi produk dan solusi, serta memperkuat sinergi di berbagai bidang untuk meningkatkan efisiensi.

Editor : Marwiah Syam

Comment