Beritapedoman.com – Central Intelligence Agency (CIA) atau lebih dikenal agen rahasia baru saja merilis akun ofisial instagram miliknya.
Keputusan CIA untuk menggunakan Instagram, tak lepas dari upayanya untuk merekrut generasi agen dan analis yang lebih muda.
“Bergabung dengan Instagram, adalah cara lain kami berbagi cerita pada mereka orang muda Amerika Serikat yang berbakat. Melalui akun Instagram, Anda bisa mengintip kehidupan agensi. Tapi jangan berharap kami menjanjikan selfie di lokasi rahasia,” ujar juru bicara CIA, mengutip The Telegraph.
Dalam waktu singkat, akun Instagram ofisial CIA telah diikuti oleh puluhan ribu pengikut. Hingga Sabtu (27/4/2019) waktu Indonesia kemarin, tercatat sebanyak 53.900 pengguna telah mengikutinya.
Akun CIA juga tampak tak mengikuti satu pun pengguna Instagram lainnya. Seorang netizen berkomentar, “Jangan percaya [CIA tak mengikuti siapa pun], mereka mengikuti semua orang,” katanya dilansir dari beberapa sumber.
Dalam unggahan pertamanya, CIA juga mengajak netizen berteka-teki. Mereka mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan meja berantakan. Dalam keterangannya, CIA menulis, “Saya memata-matai dengan mata kecil saya…,”.
Diyakini, semua barang yang ada di atas meja tersebut, berhubungan dengan perlengkapan spionase, di antaranya tas, buku catatan Arab, rambut palsu, uang kertas asing, dan sebuah wadah bertuliskan “TOP SECRET PULP”.
Netizen juga diundang untuk menguraikan makna barang-barang yang ada di atas meja. Tak ayal, foto meja berantakan itu segera menghadirkan detektif-detektif amatir di lini masa.
Sebagian besar berpendapat bahwa simbol jam yang menunjukkan pukul 8.46 menandai waktu saat pesawat pertama menabrak World Trade Center pada September 2001 silam.
Tampak pula lencana keamanan yang tergantung di kursi. Jika dipandang lebih dekat, lencana itu memperlihatkan foto lama Direktur CIA, Gina Haspel.
Perkembangan pesat media sosial dalam beberapa tahun terakhir membuat badan-badan intelijen menghadapi tantangan yang kian meningkat.
Sebagai badan intelijen, CIA dan agensi lain menghadapi dilema. Mempertimbangkan antara meningkatkan kesadaran publik melalui media sosial sebagai platform paling ampuh atau tetap diam bersembunyi tanpa akun.
Pada 2014 lalu, CIA juga mengambil keputusan untuk bergabung dengan Facebook dan Twitter. Akun Twitter CIA kini memiliki 2,6 juta pengikut.
Editor : Marwiah Syam
Comment