Makin Diminati, Toyota Hybrid Puncaki Pasar Sulawesi

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Toyota Hybrid makin diminati dan memuncaki pasar otomotif Sulawesi. Hal ini seiring kebutuhan masyarakat yang makin tinggi akan kendaraan ramah lingkungan yang makin menjadi life style.

General Manager Marketing Kalla Toyota, Suliadin, mengungkapkan, Toyota Hybrid makin tumbuh signifikan di Sulawesi. Hingga Agustus 2025 ini sudah bertengger di angka 70 persen pertumbuhan market sharenya, dibanding tahun 2024 lalu.

“Sementara, di Sulawesi Selatan (Sulsel), pun sudah mendekati di angka 50 persen market sharenya dibanding tahun kemarin,” kata Suliadin, pada Berita Pedoman, via Whatsapp, Selasa (16/9/2025).

Adapun tipe Toyota Hybrid yang mendominasi pasar, kata Suliadin, yakni Toyota Innova Zenix Hybrid.

“Tipe ini yang mendominasi dari semua hybrid,” kata Suliadin.

Untuk menggenjot angka pertumbuhan market sharenya ke depannya, kata Suliadin, Kalla Toyota akan lebih banyak menghadirkan lagi promo reguler di bulan September hingga Desember tahun 2025 ini.

“Kita akan hadirkan lebih banyak lagi promo dengan GrandPrize 73 Hadiah Menarik Spesial Hari Ulang Tahun Kalla ke 73 pada Oktober mendatang. Selain itu, kita juga akan hadirkan Program SmartUpgrade 2.0 dengan Cicilan Turun Tiap Tahun hingga Jaminan Harga Jual Kembali yang dijamin,” kata Suliadin.

Suliadin, juga optimis bahwa hybrid akan semakin tinggi peminatnya ke depan. Apalagi kendaraan hybrid memiliki keunggulan, diantaranya irit BBM, rendah emisi, serta Jaminan harga jual kembali untuk Toyota Hybrid dijamin.

“Toyota Hybrid ini selain ramah lingkungan, juga dirancang untuk memaksimalkan efisiensi mesin, sehingga mampu menempuh jarak lebih jauh di setiap liter BBM nya. Tentunya dengan performa itu, secara optimal menghasilkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif. Tak hanya itu, Toyota Hybrid juga terus mengembangkan teknologi hybridnya, termasuk Power Split Device (PSD) yang mengoptimalkan pembagian tenaga, serta dilengkapi fitur Predictive Efficient Drive System yang mempelajari pola berkendara untuk meningkatkan efisiensi. Plus didukung perawatan ringan karena mesin BBM tidak bekerja seintensif mobil biasa. Keausan pada komponen mesin pun akan lebih lambat, sehingga interval servis bisa lebih panjang dan biaya perawatan rutin lebih rendah. Tak sampai di situ saja, garansi untuk komponen baterai hybrid juga hingga 8 tahun atau 160.000 km,” kata Suliadin.

Penulis/Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock

Comment