Tekan Harga Naik, Bulog Sulselbar Optimalkan Distribusi Beras SPHP

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com  – Guna menekan harga beras yang terus merangsek naik, Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terus mengoptimalkan pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Bulog Sulselbar, Fahrurozi, mengungkapkan, pihaknya terus memastikan distribusi beras SPHP, agar tersalurkan secara tepat sasaran. Beras SPHP ini adalah cadangan beras pemerintah untuk menekan harga beras yang makin tinggi di masyarakat.

“Tak dipungkiri, saat ini harga beras memang mengalami kenaikan cukup signifikan. Untuk itu, kami terus optimalkan dan memastikan ketersediaan beras SPHP selalu tersedia di masyarakat. Pendistribusian beras SPHP ini, adalah intervensi pemerintah dalam menjaga pasokan pangan, sekaligus upaya menjaga harga beras,” kata Fahrurozi, pada Berita Pedoman, saat disambangi, di Kantor Perum Bulog Sulselbar, Jl AP Pettarani, Rabu (6/8/2025).

Sekedar diketahui, berdasarkan Surat Penugasan Bapanas bertanggal 8 Juli 2025, jumlah beras SPHP yang akan didistribusikan Bulog Sulselbar, adalah sebesar 45.763 ton. Pendistribusian ini mulai Juli 2025 hingga Desember 2025.

Adapun skema pendistribusiannya, lanjut Fahrurozi, yakni tiap konsumen hanya boleh membeli maksimal 2 kemasan. Tiap 1 kemasannya itu sebesar 5 kg dan tdak bisa diperjualbelikan kembali. Murni untuk dikonsumsi. Konsumen yang membeli pun sudah memenuhi syarat pembelian beras SPHP.

“Harus memperlihatkan KTP, dan pembeliannya pun hanya berlaku 1 kali dalam seharinya,” katanya.

Sementara untuk outlet, pedagang dan swalayan yang menjual beras SPHP, tidak boleh menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Juga tidak boleh memperjualbelikan secara ecer.

“Bagi yang melanggar, kita akan kenakan sangksi. Dan itu sudah tertuang dalam regulasi,” kata Fahrurozi.

Penulis/Redaktur : Marwiah Syam B

Comment