JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Cita-cita pemerintah Indonesia untuk mewujudkan ketahanan energi nasional melalui penggunaan energi baru terbarukan (EBT) nampaknya mulai menemui titik terang. Meskipun pada tahun 2020 capaian bauran EBT baru mencapai 11,51 persen, namun pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis angka tersebut akan naik menjadi 23 persen pada tahun 2025 mendatang.
Mendukung hal tersebut, kampus energi dan bisnis Universitas Pertamina (UP) terus menggenjot inovasi EBT. Salah satunya melalui kerjasama penelitian dengan Innovation and New Venture (INV). Kerjasama riset ini melibatkan beberapa dosen UP, yakni Sandy Kurniawan, Agus Abdullah, dan Dicky Ahmad Zaky, serta beberapa mahasiswa UP dari program studi Teknik Geofisika.
Rektor Universitas Pertamina (UP), I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengungkapkan, melalui kedekatan UP dengan industri energi, mahasiswa dibekali dengan pengalaman belajar di laboratorium yang lebih nyata, yakni lokasi proyek.
“Saat ini, Universitas Pertamina telah memiliki mata kuliah wajib Pengantar Teknologi dan Bisnis Energi. Praktiknya, bisa dilakukan di Center of Excellence bidang EBT,” katanya, melalui siaran pers pada Berita Pedoman, Selasa (16/3/2021).
Sekedar informasi, sejak tahun 2016, Universitas Pertamina telah memasang 100 unit panel surya yang menghasilkan 10 kilowatt per-peak. Dan 2 buah wind turbine yang menghasilkan 200 watt per-peak. Kedua alat ini diletakkan di atap Gedung Griya Legita dan telah mengakomodir kebutuhan listrik di gedung.
Selain itu, dengan komposisi tenaga pendidik dari akademisi, maupun praktisi yang berlatar belakang industri, Universitas Pertamina juga mendorong peningkatan penelitian terapan hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa. Hal ini dilakukan agar mahasiswa lebih siap terjun ke dunia kerja nantinya.
“Pengembangan EBT pasti membuka peluang serapan tenaga kerja yang cukup besar. Oleh karenanya, kami akan mempersiapkan lulusan yang tidak hanya pandai secara keilmuan, namun juga fasih dalam hal praktis,” kata Gusti.
Comment