Dukung Masyarakat Pulihkan Kebiasaan Merawat Kesehatan Gigi, BKGN Kembali Hadir di Makassar

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Makassar dalam upaya pemulihan kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut pasca pandemi Covid-19, PT Unilever melalui brand Pepsodent bekerjasama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) kembali menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Makassar, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Jl Kandea, Jumat (14/10/2022).

Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia, Ratu Mirah Afifah, mengatakan, secara konsisten, Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent terus mewujudkan purpose untuk mendukung edukasi dan perawatan gigi dan mulut guna mewujudkan senyum sehat Indonesia.

Hal ini menjadi semakin krusial karena survei Pepsodent memperlihatkan peningkatan permasalahan gigi dan mulut pada masyarakat selama pandemi Covid-19 akibat menurunnya kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut. Bahkab hasil survei menemukan kebiasaan orang tua menyikat gigi pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur menurun sebesar 5 persen, bahkan pada anak penurunannya dua kali lebih besar, yaitu 11 persen.

Kondisi ini tentunya memprihatinkan karena meski pandemi Covid-19 sudah mereda, namun kebiasaan yang terlanjur terbentuk ini belum berubah signifikan. Ini yang harus disosialisasikan sebagai bentuk dukungan pada upaya pemulihan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

“Karena itu, dalam menyikapi permasalahan tersebut, Pepsodent bersama PDGI telah menghadirkan berbagai program untuk terus melindungi kesehatan gigi dan mulut masyarakat kita, sekaligus mendukung pemerintah dalam mentransformasi sistem kesehatan di Indonesia. Salah satu inovasi terbesarnya adalah pemanfaatan teknologi digital melalui layanan teledentistry ‘Tanya Dokter Gigi by Pepsodentyang sejak 2020 hingga sekarang telah melayani lebih dari 41.000 masyarakat. Layanan yang dilengkapi dengan fitur video call ini didukung oleh dokter gigi dari 28 Fakultas Kedokteran Gigi dan 107 PDGI cabang,” katanya.

Adapun perawatan gigi gratis yang diberikan pada kegiatan BKGN 2022 ini, kata Mirah, meliputi pecabutan tanpa komplikasi, pembersihan karang gigi atau scalling dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride (fissure sealant).

“Kami juga akan tetap mengoptimalkan edukasi ke sekolah dan konsultasi kesehatan gigi dan mulut melalui layanan teledentistry ‘Tanya Dokter Gigi by Pepsodent’ yang dapat diakses dengan mudah melalui QR code yang tertera di kemasan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang. Kami juga berharap pelaksanaan BKGN 2022 ini dapat membantu memulihkan kebiasaan merawat gigi dan mulut agar masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sehat, bangkit lebih kuat, bebas gigi berlubang,” kata Mirah.

Sementara, Dosen dan Peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas), Ayub Irmadani Anwar, mengatakan, kecendrungan masyarakat Makassar akan kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut masih rendah.

“Hal itu berdasarkan penelitian yang saya lakukan bersama rekan sejawat di FKG Unhas tahun lalu, dimana menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat Makassar terhadap kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi Covid-19 masih terbilang rendah,” katanya.

Sementara masyarakat Makassar yang sadar dan berpengetahuan baik dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut mereka, lanjut Ayub, masih di angka 58,33 persen.

“Adapun masyarakat yang mengaku tidak menyikat gigi 2 kali sehari, dicatatkan masih di angka 74 persen. Sedang masyarakat yang merasa tidak perlu berkonsultasi ke dokter gigi dicatatkan mencapai 72 persen. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan BKGN yang kembali hadir sebagai solusi atas permasalahan yang masih tinggi terjadi di kota Makassar,” kata Ayub.

Dekan FKG Unhas, Edy Machmud, menyatakan, BKGN ini sangat penting sebagai upaya mengintervensi kebiasaan masyarakat agar tidak menghambat mereka mengejar berbagai ketertinggalan dan melakukan transformasi besar guna mewujudkan cita-cita menjadi negara maju.

“Terlebih lagi karena kesehatan merupakan modal utama untuk kembali bangkit dari pandemi Covid-19, dan salah satu kunci tubuh yang sehat dan produktif adalah gigi dan mulut yang terawat,” katanya.

Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock

Comment