Ini Alasan Mengapa Anda Mengalami Deja Vu

BERITAPEDOMAN.com – Jika Anda pernah berada di situasi dimana merasa familiar pada suatu situasi atau tempat, maka kemungkinan Anda sedang mengalami deja vu. Perasaan ini bisa seperti mimpi, terutama jika Anda tahu bahwa Anda belum pernah mendatangi suatu tempat tersebut.
Dan berikut ini adalah penjelasan dari para ahli mengapa Anda mengalami deja vu, seperti dilansir Bustle dan Medcom.id, Sabtu (25/7/2020).

Tidak sinkron pada otak Anda

Profesor neurologi di Georgetown University Medical Center, James Giordano, mengatakan, ini terjadi karena otak yang sedang tidak sinkron. Otak Anda tidak dapat menentukan apakah ini pernah terjadi sebelumnya atau tidak.

Otak Anda merasakan situasi yang familiar

Mungkin saja deja vu terjadi ketika Anda mendeteksi sesuatu yang familiar, sehingga merangsang korteks rhinal pada otak, tetapi tidak mengaktifkan hippocampus. Hippocampus sendiri, adalah bagian otak yang membantu Anda mengingat kembali detail memori. Hal ini juga dikatakan ahli kesehatan saraf dan holistik, Leigh Winters.

Tanda epilepsi

Ahli saraf melaporkan bahwa beberapa penderita epilepsi mengalami fenomena deja vu tepat sebelum kejang. Namun ini bukan berarti bahwa Anda harus memeriksakan diri ke ahli saraf ketika Anda mengalami deja vu. Jika Anda memiliki diagnosis epilepsi, deja vu Anda mungkin merupakan tanda peringatan awal akan terjadinya kejang.

Usia muda

Dilaporkan sekitar 60-70 persen orang mengalami deja vu, tetapi ini paling sering terjadi pada mereka yang berusia lebih muda. Bahkan kecenderungan deja vu ini terjadi pada rentang usia 15-25 tahun.

Anda mengalami stres

Semakin stres seseorang, semakin sering mereka mengalami deja vu. Ini mungkin terjadi karena ketika Anda berada di bawah tekanan atau memproses seluruh tumpukan informasi sekaligus, otak Anda lebih cenderung untuk melakukan kesalahan dan mengalami kesulitan untuk mengimbangi ingatan dengan kehidupan nyata.

Otak Anda sedang bekerja

Deja vu sebenarnya adalah pertanda baik dan kemungkinan merefleksikan kemampuan otak untuk memproses memori pada level dan kecepatan yang berbeda. Selain itu, deja vu juga merupakan bukti bahwa otak manusia sangat mengagumkan.

Comment