BERITAPEDOMAN.com – Jerman merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah kasus infeksi virus corona atau COVID-19 tertinggi di Eropa dan dunia.
Dengan jumlah pasien positif hampir mencapai 20 ribu orang, Jerman menempati posisi keempat di dunia dengan jumlah warga terbanyak terinfeksi.
Namun menariknya, jumlah kasus kematian di negara tersebut, relatif rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Seperti dilansir dari Kumparan, Minggu (22/3/2020), disebutkan hingga Jumat (20/3/2020) tercatat hanya ada 59 pasien virus corona yang meninggal atau sekitar 0,3 persen dari total kasus.
Sementara di China, persentase kematian akibat virus corona sebesar empat persen, Italia 8,6 persen, Iran 7,3 persen, dan Indonesia 8,7 persen.
Lantas, apa yang membuat angka kematian di Jerman cukup rendah?
Pertama adalah masifnya jumlah tes Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah Jerman kepada warganya.
Robert Koch Institute, yang merupakan badan penelitian Jerman yang menangani penyakit-penyakit pandemi, mengatakan, bahwa laboratorium di Jerman mampu melakukan tes dalam jumlah yang masif.
Setiap minggunya, 160 ribu tes dapat dilakukan. Jumlah tes tersebut, masih dapat terus bertambah.
Bahkan, beberapa laboratorium yang berfungsi untuk mengecek kesehatan hewan dialihfungsikan sementara untuk mengecek virus corona.
Pengecekan secara masif ini dapat mengidentifikasi virus corona pada tahap awal, termasuk yang tidak menunjukkan gejala, sehingga penyebaran virus dapat dicegah dan angka kematian dapat ditekan.
Selain itu, masyarakat juga aktif melakukan pencegahan, seperti social distancing, bekerja dari rumah, dan tidak keluar rumah jika tidak perlu.
Hal-hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kemungkinan terburuk di negara tersebut.
Editor : Marwiah Syam
Comment