JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – PT Vale Indonesia mencatat penjualan nikel dalam matte sebesar 19.998 metrik ton dan pendapatan sebesar AS$214,2 juta di triwulan tiga pada tahun ini.

CEO dan Presiden Direktur PT Vale, Nico Kanter, mengungkapkan, volume penjualan pada triwulan III tahun ini meningkat.

Di saat bersamaan, Vale juga diuntungkan dari kenaikan harga nikel selama periode tersebut.
“Kami membukukan laba sebesar AS$26,3 juta pada triwulan III tahun ini, meskipun beban pokok pendapatan sedikit lebih tinggi dibanding dengan triwulan sebelumnya,” katanya melalui rilisnya, Jumat (25/10/2019).

Dicatatkan, pada triwulan III tahun ini, katanya, harga realisasi PT Vale sebesar 10 persen lebih tinggi dibanding triwulan II tahun ini.
Hal ini menunjukkan kondisi harga yang lebih baik dibanding triwulan sebelumnya, dimana volume produksi mengalami kenaikan sebesar 12 persen.
Sementara, beban pokok pendapatan hanya naik sebesar 3 persen.
Sedang, biaya bahan bakar, yang merupakan salah satu item biaya terbesar Perseroan juga meningkat sebesar sembilan persen dibanding pada triwulan II tahun ini.
Jika dibandingkan dengan triwulan II 2019, penggunaan HSFO per metrik ton pada triwulan III 2019, meningkat sebesar delapan persen, sementara harga menurun sebesar empat persen.
Sementara pada periode yang sama, penggunaan diesel per metrik ton juga menurun dari triwulan sebelumnya dengan harga per liter tetap stabil dari triwulan II 2019 hingga triwulan III 2019.
Sekedar diketahui, EBITDA PT Vale pada triwulan III 2019 ini, adalah sebesar AS$70,3 juta, dibanding dengan triwulan II 2019 yang tercatat sebesar AS$28,9 juta.
“Hal ini disebabkan oleh lebih tingginya volume penjualan dan harga realisasi. Kas dan setara kas Perseroan meningkat sebesar AS$201,7 juta pada 30 September 2019, dari AS$111,9 juta pada 30 Juni 2019,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment