PANGKEP, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menghadirkan program EWAKO KAPOPOSAN sebagai wujud pelayanan penukaran uang Rupiah di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Kepulauan Kabupaten Pangkep.
Program EWAKO KAPOPOSANG (Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan dan Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang) ini, diselenggarakan di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Jumat (25/9/2026).
Deputi Kepala Divisi BI Sulsel, A. Yazid Niam, mengungkapkan, melalui program ini, warga Pulau Kapoposang dapat memperoleh akses layanan penukaran uang tidak layak edar tanpa harus menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk mendapatkan layanan perbankan. Selain itu, para warganya juga mendapatkan edukasi mengenai keaslian uang Rupiah serta penggunaan QRIS.
EWAKO KAPOPOSANG ini sendiri, merupakan program yang memadukan tiga kegiatan untuk mendekatkan layanan Bank Indonesia kepada masyarakat kepulauan di wilayah 3T sebagai wujud clean money policy.
Adapun tiga kegiatan tersebut, yakni yang pertama, layanan kas keliling untuk menarik uang Rupiah yang sudah tidak layak edar, sekaligus menyediakan uang Rupiah yang layak bagi masyarakat. Yang kedua, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS yang dibawakan oleh dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan dan menjangkau 150 warga, dan 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Dan yang ketiga, bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis bagi 79 warga, serta pembagian 150 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk susu sebagai dukungan pemenuhan nutrisi untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Tidak hanya itu, Duta Muda CBP Rupiah juga turut membekali warga dengan metode 5J (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples) dalam merawat uang, serta mengenalkan QRIS sebagai cara bertransaksi yang mudah, serta mengajak warga menggunakan Rupiah secara bijak, berbelanja produk dalam negeri, menabung, hingga berinvestasi,” kata Yazid.

Yazid, juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep atas sinergi yang selama ini terjalin baik, sehingga kegiatan di Pulau Kapoposang dapat terlaksana.
“Ke depan, BI Sulsel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah dan layanan kas secara bertahap ke berbagai wilayah 3T di Sulawesi Selatan, sesuai dengan kebutuhan dan prioritas layanan. Upaya ini sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap Rupiah yang layak, dan memahami cara menjaga Rupiah, serta mengenal pilihan transaksi digital yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yazid.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di wilayah 3T, khususnya kepulauan.
“Kegiatan EWAKO KAPOPOSANG ini membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan dapat memicu instansi lain untuk mengunjungi pulau-pulau di Kabupaten Pangkep,” kata Yusran.
Kegiatan EWAKO KAPOPOSANG ini, juga turut dihadiri Kepala Polisi Resort (Kapolres) Pangkep, AKBP Aditya Pradana, Camat Liukang Tupabbiring, Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung, Hasanuddin, unsur Forkopimda Kabupaten Pangkep, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang.
Comment