Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai wujud komitmen pada penguatan produk kriya lokal Luwu Timur (Lutim), PT Vale hadirkan produk kerajinan anyaman teduhu di ajang perayaan HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 yang diselenggarakan mulai 9 hingga 11 Juli 2026, di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.

Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, mengatakan, pengenalan anyaman teduhu merupakan bagian dari strategi investasi sosial untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara jangka panjang.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), penguatan produk lokal ini difokuskan pada aspek keberlanjutan tradisi melalui program regenerasi yang terukur.

Saat ini, kata Yusri, PT Vale membina generasi kedua pengrajin yang berusia 16 hingga 23 tahun untuk meneruskan keahlian para pengrajin senior yang kini berusia 40 hingga 50 tahun.

“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya,” kata Yusri, melalui siaran pers, Kamis (9/7/2026).

Pengrajin Teduhu asal Desa Nuha, Yulianti, sangat berterimakasih atas dukungan PT Vale yang telah membawa manfaat bagi pengrajin di desanya.

Perlu diketahui, tradisi menganyam di Nuha sudah ada sejak tahun 1970-an, dan kini variasi produknya terus berkembang secara estetika sejak para pengrajin mulai memanfaatkan serat teduhu pada tahun 2006.

“Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk, mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah. Dan kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru,” kata Yulianti.

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, mengapresiasi keunikan tas anyaman dari tanaman teduhu (pakis hutan) asal Desa Nuha dan kain motif taipa khas Danau Matano, Luwu Timur.

“Kami sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan. Berkat pembinaan PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching,” kata Tri.

Comment