Dapur MBG Unhas Kini Telah Hadir 

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Universitas Hasanuddin (Unhas) kini telah hadir.

Menteri/Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan, peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamalanrea 14, yang dikelola oleh Yayasan Metavisi Akademik Nusantara milik Universitas Hasanuddin ini, dirancang tidak hanya untuk dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga dirancang sebagai laboratorium hidup untuk riset nutrisi, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

Kehadiran SPPG ini menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi optimal, sekaligus mendukung Program MBG yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden.

“Melalui SPPG Tamalanrea 14, Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa kampus dapat memainkan peran baru dalam pembangunan: bukan hanya pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga tempat lahirnya solusi berbasis sains untuk persoalan gizi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dadan, melalui siaran pers, Selasa (28/4/2026).

Dadan, juga menilai Unhas memiliki keunggulan karena mampu menyiapkan rantai pasok secara mandiri.

“Model perguruan tinggi seperti ini dapat menjadi contoh nasional,” kata Dadan.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa (JJ), mengungkapkan, SPPG di lingkungan kampus tidak hanya dibangun sebagai dapur produksi biasa. Fasilitas ini juga merupakan sistem terintegrasi yang menghubungkan pelayanan masyarakat dengan pendidikan, penelitian, dan inovasi.

“Ini adalah laboratorium gizi, pusat studi, dan ruang riset untuk mengembangkan berbagai model intervensi pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, hingga kelompok masyarakat rentan lainnya,” kata JJ.

Keterlibatan akademisi dan mahasiswa, kata JJ, dinilai dapat memicu lahirnya startup berbasis agritech, teknologi pangan, hingga kewirausahaan sosial yang mendukung program gizi masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha baru yang menopang kebutuhan program secara berkelanjutan,” kata JJ.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, intervensi gizi memiliki dampak langsung terhadap tumbuh kembang anak. Berdasarkan pengamatannya di berbagai daerah, program makan bergizi menunjukkan perubahan perilaku dan kondisi fisik anak.

Tak hanya itu, angka kemiskinan di Sulsel juga menurun sebesar 0,24 persen. Salah satu faktor pendorongnya adalah bergeraknya ekonomi lokal melalui kebutuhan pasokan bahan pangan untuk program MBG.

 

 

Comment