MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) hingga November 2025 tetap terjaga stabil.
Kepala OJK Sulselbar, Mochamad Muchlasin, mengungkapkan, kondisi tersebut mencerminkan ketahanan sektor jasa keuangan regional dalam menghadapi dinamika perekonomian Sulampua, di tengah berbagai tantangan global dan domestik.
“Stabilitas sektor jasa keuangan Sulampua ini ditopang oleh kinerja yang relatif solid pada
sektor Perbankan, Pasar Modal, serta Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Ketiga
sektor tersebut terus menjalankan fungsi intermediasi, menjaga kepercayaan
masyarakat, serta memperluas akses layanan keuangan secara inklusif dan
berkelanjutan. Hal ini berperan penting dalam menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi daerah, mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif, serta memperkuat ketahanan perekonomian regional dalam memasuki tahun 2026,” kata Muchlasin, melalui siaran pers, Rabu (14/1/2026).
Adapun total aset perbankan di wilayah Sulampua pada posisi November 2025, kata Muchlasin, tercatat tumbuh sebesar 4,26 persen secara year on year (yoy) atau mencapai Rp572,44 triliun.
Sementara dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Sulampua juga tumbuh sebesar 5,86 persen menjadi Rp362,46 triliun dengan struktur dana didominasi oleh Tabungan (58,83 persen) dan Giro (22,16 persen)
dan Deposito (19,02 persen).
Begitu pun penyaluran kredit perbankan di Sulampua pada periode yang sama juga tercatat tumbuh sebesar 4,05 persen (yoy) dengan total mencapai Rp449,98 triliun, dengan share portofolio kredit produktif sebesar 47,94 persen dan kredit konsumtif sebesar 52,06 persen.
“Pertumbuhan kredit relatif tertahan seiring adanya kontraksi pada segmen kredit modal kerja. Meskipun demikian, kualitas aset perbankan masih tetap terjaga, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada level 2,99 persen atau di
bawah threshold. Pun tingginya rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 124,14
persen menunjukkan optimalisasi fungsi intermediasi perbankan di Sulampua yang
secara aktif menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada masyarakat,” kata Muchlasin.
Adapun sektor pasar modal di wilayah Sulampua, lanjut Muchlasin, juga terus menunjukkan perkembangan positif,
khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor.
Dicatatkan hingga November 2025, jumlah
Single Investor Identification (SID) di Sulampua mencapai 1.241.229 SID atau tumbuh
sebesar 27,61 persen (yoy).
“Mayoritas investor pasar modal di wilayah Sulampua memiliki portofolio pada
instrumen reksa dana. Namun demikian, pertumbuhan jumlah investor tertinggi
tercatat pada instrumen saham yang mencapai 38,90 persen (yoy). Kondisi tersebut
mencerminkan meningkatnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap investasi
di pasar saham,” kata Muchlasin.
Comment