Peringatan Dies Natalis ke-70, Unhas Tegaskan Arah sebagai The Impactful University

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com –  Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan arah transformasi sebagai The Impactful University pada peringatan Dies Natalis ke-70 yang mengusung tema “7 Dekade Unhas: Berdampak-Mendunia”.

Transformasi tersebut, ditandai dengan perubahan orientasi kinerja perguruan tinggi, dari capaian administratif menuju pengukuran dampak nyata yang dihasilkan melalui pendidikan, riset, dan inovasi.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menegaskan, perguruan tinggi perlu bergerak melampaui fungsi menghasilkan kepakaran, menuju institusi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan negara.

Transformasi tersebut, tercermin dalam perubahan cara Unhas mengevaluasi kinerja institusi, dari pencapaian administratif menuju pengukuran dampak nyata (outcome).

Keberhasilan perguruan tinggi semakin dilihat dari sejauh mana hasil riset dapat diterapkan sebagai solusi ekonomi, paten dapat dikomersialisasikan, serta lulusan terserap pada sektor kerja formal. Pendekatan ini juga menempatkan proses akademik tidak berhenti pada produksi pengetahuan, tetapi berlanjut hingga pemanfaatannya.

“Dari sisi reputasi akademik global, arah tersebut berjalan seiring dengan peningkatan posisi dalam QS World University Rankings 2027, dimana Unhas berhasil menembus kelompok 851–900 dunia. Sementara di tingkat Asia, Unhas juga naik ke peringkat 201 dalam QS Asia University Rankings 2026. Posisi tersebut menempatkan Unhas pada peringkat 57 Asia Tenggara sekaligus dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” kata Jamaluddin, saat Upacara Peringatan Dies Natalis ke-70  di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Jl Perintis Kemerdekaan, Kamis (10/9/2026).

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan bahwa mendukung inovasi Unhas yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Dirinya juga meminta hasil penelitian yang memiliki fungsi problem solving dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat untuk diajukan kepada pemerintah agar dapat dikembangkan lebih lanjut.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan pengetahuan yang dapat diterjemahkan sebagai solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah.

Dirinya menilai, investasi pada inovasi dan sumber daya manusia memiliki nilai jangka panjang yang lebih kuat dibandingkan pembangunan infrastruktur.

“Investasi inovasi jauh lebih kuat dibandingkan infrastruktur yang saya bangun. Anak yang pintar dan cerdas jauh lebih berarti dibandingkan apa yang saya bangun. Karena itu, dalam kondisi efisiensi anggaran, dukungan perlu diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan target, tujuan, dan manfaat yang hendak dicapai,” kata Andi Sudirman.

Sekedar informasi, pada momentum Dies Natalis ke-70, Unhas juga meluncurkan lima program unggulan, yakni UNHAS PRIME, UNHAS Excellent Performance Indicator (EPI), Campus Immigration Point, Satu Data, dan Critical Mineral Institute.

Peluncuran program tersebut, untuk memperkuat langkah Unhas memasuki tujuh dekade perjalanan dengan mendorong inovasi, penguatan tata kelola, serta pengembangan sumber daya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Comment