Gejolak Demonstrasi Makin Memanas, BI Antisipasi Potensi Pelemahan Rupiah

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) mengantisipasi potensi pelemahan nilai tukar rupiah ditengah gejolak demonstrasi yang makin memanas yang terjadi di Jakarta dan berbagai kota di Indonesia.

Sejumlah aksi demonstrasi ini sendiri, telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia sejak Kamis (28/8/2025) kemarin, yang dipicu kenaikan tunjangan dan perilaku arogan sejumlah anggota DPR.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas rupiah.

“Bank Indonesia berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik,” kata Erwin, dalam keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).

Erwin, juga mengatakan bahwa BI terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk intervensi non-deliverable forward (NDF) di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot.

Intervensi ini, juga meliputi domestic non-deliverable forward (DNDF) dan surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

“Selain itu, Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan melalui transaksi repo, transaksi fx swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending atau financing facility,” kata Erwin.

Sekedar diketahui, pembukaan perdagangan pada Senin (1/9/2025), kurs rupiah Rp16.466 per dolar AS, menguat 33 pon atau 0,2 persen. Sementara, indeks saham melemah 239,84 poin atau 3,06 persen ke level 7.590.

Comment