MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Makassar bersinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terus meningkatkan inklusi asuransi di Makassar. Upaya tersebut, digaungkan digelaran perayaan Hari Asuransi Nasional ke -18 tahun dengan melibatkan ratusan peserta dari industri jasa keuangan, dan masyarakat umum, di ANTAMA Food Street, Minggu (10/11/2024).
Ketua AAUI Makassar, Firman Baso, menyampaikan bahwa peringatan Hari Asuransi Nasional 2024 yang mengambil tema “Literasi Asuransi untuk Negeri : Pahami, Miliki, Lindungi” ini, tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan literasi asuransi di Sulawesi Selatan.
“Melalui peringatan Hari Asuransi Nasional kali ini, kami berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memiliki asuransi sebagai bagian dari perlindungan terhadap diri, keluarga, dan aset berharga lainnya. Kami juga ingin mendorong inklusi asuransi di kalangan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi ketidakpastian,” ujarnya, saat pembukaan Hari Asuransi Nasional, Minggu (10/11/2024).
Hari Asuransi Nasional 2024 ini sendiri, kata Firman, rutin digelar tiap tahunnya sebagai tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asuransi sebagai pelindung diri dan keluarga, serta sebagai cara untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi di masa depan.
Di AAUI Makassar sendiri, kata Firman, memiliki berbagai program kerja yang terus dilaksanakan, diantaranya peningkatan kompetensi melalui kegiatan Bedah Polis bagi insan asuransi dan mitra bisnis, sertifikasi kompetensi profesi bagi pimpinan asuransi, serta edukasi dan literasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan UMKM dengan berkolaborasi dengan OJK, FKIJK, universitas, dan komunitas terkait.
“Saya berharap, semoga di kegiatan Hari Asuransi Nasional 2024 ini, kita semua dapat memahami lebih dalam lagi tentang pentingnya memiliki asuransi, serta membangun budaya perlindungan yang lebih baik di tengah masyarakat Sulawesi Selatan,” kata Firman Baso.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, mengatakan, inklusi asuransi di Indonesia sangat penting, apalagi industri asuransi merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, industri asuransi hadir untuk memberikan ketenangan, serta kepastian bagi para pemegang polis dan keluarga, terutama dalam menghadapi risiko-risiko yang tak terduga,” ujarnya.
Sekedar diketahui, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024, dicatatkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 65,43 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 75,02 persen. Melihat data ini, tentunya menunjukkan pentingnya peningkatan literasi asuransi untuk masyarakat, agar lebih memahami dan memanfaatkan produk asuransi dalam kehidupan sehari-hari.
Darwisman, juga mengajak seluruh pelaku industri asuransi untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan kepada masyarakat.
“Saya yakin, dengan kerja keras dan semangat kebersamaan, kita dapat menjadikan asuransi bagian dari gaya hidup masyarakat yang lebih aman dan sejahtera,” kata Darwisman.
Comment