MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memproyeksi kebutuhan uang tunai masyarakat Sulsel sebesar Rp5,8 triliun atau naik sekitar 14 persen dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp5,04 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Rudy Bambang Wijanarko, mengatakan, besarnya proyeksi tersebut sudah memperhitungkan banyak faktor.
“Faktor tersebut, termasuk normalisasi aktivitas masyarakat pasca pencabutan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat seiring pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan mobilitas masyarakat pada momen mudik lebaran,” katanya, usai Acara Kickoff Serambi Rupiah Ramadan 2023, di Halaman Kantor BI Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Senin (27/3/2023).
Untuk itu, demi memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat Sulsel, kata Rudy, BI Sulsel meminta perbankan memiliki kecukupan persediaan uang Rupiah, baik secara jumlah maupun jenis pecahan Rupiah.
“Tak hanya itu, kami juga mewajibkan bank dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang dengan kualitas baik dan optimal termasuk pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM),” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment