MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya menjaga pasokan dan mengendalikan inflasi serta menjaga kelancaran distribusi pangan, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), di Taman Maccini Sombala of Indonesia (MOI), Senin (24/10/2022).
GNPIP ini merupakan gerakan yang dilaksanakan di berbagai wilayah sebagai komitmen bersama untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan diharapkan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni Primanto Joewono, menyatakan, acara kick off GNPIP ini menjadi upaya Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi pangan di daerah.
“GNPIP ini juga merupakan upaya dan aksi nyata bersama dalam mendukung extra effort pengendalian inflasi pangan dari sisi hulu-hilir yang juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Joko Widodo dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2022. Apalagi proyeksi inflasi kita 6 hingga 7 persen sampai akhir tahun. Oleh karena itu, kita harus sama-sama menurunkan inflasi karena ini bisa menurunkan daya beli masyarakat dan mampu berdampak pada kesejahteraan masyarakat kita,” katanya.
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan, di tengah tantangan global yang terjadi termasuk pada produksi dan pangan, semua negara perlu mengutamakan sektor pertanian. Dengan demikian, kalibrasi dan kerjasama di seluruh lini diperlukan untuk memitigasi dan mengadaptasi tantangan yang terjadi, sehingga mendukung kinerja pertanian Republik Indonesia yang terus meningkat.
“Ke depan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimplementasikan strategi meningkatkan kapasitas produksi, substitusi impor dan peningkatan ekspor yang turut berdampak menekan inflasi,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara, memberikan apresiasi pada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel dan Bank Indonesia dalam mendukung pengendalian inflasi.
“Ketahanan pangan sendiri berkontirbusi sekitar 73 persen untuk pengurangan angka kemiskinan. Rantai distribusi memang perlu diperpendek untuk menjaga harga pangan di masyarakat. Sejalan dengan itu, kami berharap daya beli masyarakat terus terjaga melalui sinergi yang dilakukan ini,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment