Peserta BPJS Kesehatan di Gowa Capai 90,55 Persen

GOWA, BERITAPEDOMAN.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Makassar, mencatatkan kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Gowa mencapai 90,55 persen.

Kepala BPJS Cabang Makassar, Gersthy E. L. Borotoding, mengatakan, kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Gowa saat ini mencapai 90,55 persen atau 696.213 jiwa dari jumlah penduduk Kabupaten Gowa.

Kepesertaan ini, terdiri dari PBI APBN sebanyak 332.737 orang, dan PBI APBD sebanyak 97.989 dengan Non PBI terdiri dari PPU sebanyak 148.152 orang, PBPU sebanyak 106.663 orang dan BP sebanyak 10.672 orang.

Namun dari jumlah tersebut, juga dicatatkan saat ini masih ada sekitar 72.655 orang yang belum menjadi peserta JKN-KIS.

“Inilah yang nantinya dilihat kembali. Sekiranya dari 72 ribu ini masih ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan pemerintah lewat kepesertaan PBI APBD yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) atau PBI APBN dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya pada Forum Kemitraan BPJS Kesehatan dengan Pemkab Gowa, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (24/5/2022).

Kepesertaan JKN-KIS ini, kata Gersthy, memang perlu didorong untuk mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

“Harapan kami di tahun ini Kabupaten Gowa bisa juga menyusul beberapa kabupaten lainnya di wilayah kerja kami yang sudah mencapai UHC dengan kepesertaan minimal 95 persen,” harapnya.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan, kepesertaan BPJS di Kabupaten Gowa terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu, dimana masyarakat yang tercover BPJS Kesehatan baru berada di angka 82 persen.

“Insya Allah kita terus berupaya untuk bisa segera mencapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu di atas 95 persen,” katanya.

Adnan, juga berharap kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan terutama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf agar selalu ditingkatkan seperti pada alat-alat kesehatannya dan fasilitas penunjang kesehatan lainnya.

“Hal ini penting agar mengurangi jumlah rujukan ke rumah sakit lain karena tidak adanya fasilitas yang dibutuhkan pasien,” katanya.

 

 

Comment