MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut kelangkaan minyak goreng yang terjadi dalam beberapa pekan belakangan terindikasi ada permainan harga.
Ketua YLKI Provinsi Sulsel, Ambo Masse, kepada Berita Pedoman, mengatakan, ada indikasi pihak distributor hanya menjual ke pihak-pihak industri dan pasar modern saja yang rela mengocek harga lebih dalam atau membeli di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dibanding menjualnya ke pedagang pasar tradisional.
Kelangkaan minyak goreng ini sendiri terjadi lantaran pada akhir 2021 lalu, pihak produsen mengurangi produksinya hingga 0,52 persen, padahal permintaan minyak goreng sangat tinggi sebesar 6,24 persen.
“Alasannya karena pihak produsen menunggu kebijakan harga dari pemerintah, sehingga menyebabkan pasokan minyak goreng kurang,” katanya melalui sambungan telepon, Kamis (10/3/2022).
Di sisi lainnya, kata Ambo Masse, kelangkaan minyak goreng ini juga dikarenakan adanya pembatasan distribusi ke pedagang-pedagang kecil.
“Sehingga pihak pedagang-pedagang pasar tidak mendapatkan pasokan minyak goreng, akhirnya berdampak pada kenaikan harga yang signifikan dan panic buying di masyarakat,” katanya.
Comment