Meski Masih Terkontraksi, BI Catat Ekonomi Sulsel Terus Mengalami Perbaikan

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan perekonomian Sulsel terus mengalami perbaikan meski tercatat masih dalam fase terkontraksi sebesar -0,62 persen (yoy) pada triwulan IV-2020 kemarin.

Kepala BI Provinsi Sulsel, Budi Hanoto, mengatakan, perekonomian Sulsel makin membaik pada triwulan IV-2020, meski masih terkontraksi. Namun tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat -1,10 persen (yoy).

Jika dilihat dari sisi pengeluaran, perbaikan ekonomi ini ditopang oleh peningkatan investasi sejalan dengan pembangunan sejumlah proyek pemerintah dan swasta serta berlanjutnya proyek strategis nasional untuk mendukung penyediaan infrastruktur konektivitas. Peningkatan investasi ini juga didukung oleh perbaikan penyaluran kredit investasi oleh perbankan dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga.

Di sisi lain, kinerja ekspor juga makin membaik sejalan dengan perbaikan kondisi negara mitra dagang utama serta kenaikan harga nikel dunia sebagai dampak dari tingginya permintaan industri mobil listrik dan terjaganya produksi lapangan usaha tambang.

“Sejalan dengan kondisi pada sisi pengeluaran, lapangan usaha konstruksi juga tercatat mengalami pertumbuhan yang meningkat, sejalan dengan penyaluran PEN Padat Karya bidang konstruksi. Begitu pun sektor pertanian yang juga mengalami pertumbuhan positif dipengaruhi oleh base effect kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya, ditengah produksi yang lebih terbatas pada musim tanam,” katanya saat jumpa pers, di Teras Blue Lemon, Hotel The Rinra, Jl Metro Tanjung Bunga, Selasa (9/2/2021).

Selain itu, kata Budi, LU transportasi yang mengalami tekanan akibat Covid-19 juga melanjutkan pemulihan secara bertahap.

“Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Sulawesi Selatan terus mengalami perbaikan. Namun secara keseluruhan pada 2020 kemarin mengalami kontraksi sebesar -0,70 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan 2019 yang tumbuh 6,92 persen (yoy),” katanya.

Redaktur : Marwiah Syam

Comment