GOWA, BERITAPEDOMAN.com – Adalah Indar Jaya Rauf, bermukim di Jalan Pramuka, Dusun Bontomaero, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Pria yang akrab disapa Pak Indar ini mampu mempertahankan usaha budidaya yang dirintisnya tetap survival di masa pandemi Covid-19.
Dirinya yang merupakan asli Gowa memang sedari dulu ingin memberdayakan lahan seluas 25 Ha yang merupakan warisan orang tuanya, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar dengan membuka usaha Budidaya Ikan Tawar dan Ikan Lele.
Hanya saja, karena basicnya sebagai Sarjana Sipil Unhas, tak serta merta ditunaikannya karena sibuk merantau bekerja sebagai kontraktor. Namun seiring waktu, saat semakin merasai ketenangan hatinya saat melihat orang lain bahagia karena mampu membahagiakan orang lain makin terasa menyeruak di benaknya untuk memberdayakan potensi dan sekitarnya, hingga pada 2015 lalu, Ia mulai merintis usahanya.
Dengan delapan kolam, usaha yang dibangunnya mampu menyuplai beberapa warung makan. Kemudian, pada 2018-2019 lalu, berkat bantuan modal yang didapatnya dari pembiayaan Pertamina, Pak Indar semakin mampu memberdayakan keluarga dan temannya yang notabene adalah kenalan dan juga seorang perantau yang tercatat sebagai mahasiswa di Makassar.
Untuk tahap awalnya sejak pembiayaan berjalan, usaha Pak Indar makin menggeliat. Bahkan mampu melakukan panen sebesar 2,11 ton dan meraup untung hingga Rp20juta.
Namun, Februari 2020, Dewi Fortuna nampaknya menjauhinya seiring musibah meluapnya air sungai di belakang kolam yang membuat 60 ribu bibit terbawa air, dan kemudian dihantam tekanan pandemi Covid-19. Lesunya perekonomian pun makin terasa seiring bulan berjalan, ditambah kurangnya permintaan karena minimnya aktivitas akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) makin meresahkannya.
Tak patah semangat, Pak Indar tetap berusaha menata dan membenahi lahan yang dimilikinya, bahkan disela-sela waktunya menanti pengisian air di kolam yang mengalami kekeringan pada Oktober 2020 ini, tetap mampu memberdayakan sisa modal yang didapatnya dari Pertamina dengan memagari lahan, menanami lahan dengan ragam tanaman kebutuhan dapur dan buah-buahan.
Pak Indar saat ditemui secara langsung Beritapedoman.com, mengatakan, usahanya hingga saat ini masih mampu bertahan di tengah pandemi. Walaupun permintaan sangat lesu, namun karena bimbingan dari Pertamina memberinya insipirasi untuk memberdayakan potensi lainnya guna membantunya tetap survival di masa pandemi.
“Sisa tanggul yang saya mau benahi saat ini, untuk mengantisipasi meluapnya air di musim penghujan nanti,” katanya pada Beritapedoman.com, Kamis (24/9/2020).
Untuk bibit ikan tawar dan ikan lele, kata Pak Indar, didapatnya dari beragam tempat dengan kisaran harga Rp200 hingga Rp300 per bibit. Untuk pola budidayanya sendiri, didapatnya dari beragam pengalaman sharing dari teman.
“Kedepannya, mimpi saya tak hanya budidaya ikan tawar dan ikan lele di sini, tapi juga telah ada gazebo-gazebo untuk orang-orang yang datang membeli juga ingin makan di tempat, jadi bisa sekaligus refreshing,” katanya.
Pak Indar juga sangat berterimakasih pada Pertamina karena selama masa pandemi diberinya keringanan dalam membayarkan kewajibannya.
“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya pembiayaan dari Pertamina ini. Dukungan pembiayaan dari Pertamina lah yang membuat usaha saya tetap survival dan bertahan. Sangat berbeda dengan bank-bank,” katanya.
Penulis/Redaktur : Marwiah Syam
Comment