BERITAPEDOMAN.com – Layaknya banyak negara saat ini, Jepang juga telah melonggarkan restriksinya dan mulai memasuki masa new normal.
Seperti dilansir dari Trending Now, Rabu (24/6/2020), disebutkan, Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, belum lama ini juga telah mengizinkan penerbangan internasional untuk masuk ke Jepang.
Untuk itu, agar lebih cepat mendeteksi kasus transmisi dari luar negeri, pihak Tokyo kini telah menyetujui digunakannya pengujian virus corona (Covid-19) menggunakan air liur. Metode ini sendiri, baru ini digunakan di pintu-pintu masuk Jepang, seperti di bandara dan perbatasan lainnya.
Metode pengujian Covid-19 dengan air liur ini hanya membutuhkan waktu 30 menit, serta disebut memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi ketimbang rapid test, sehingga setiap orang yang baru saja tiba dari luar negeri, baik Warga Negara (WN) Jepang, maupun Warga Negara Asing (WNA) tidak perlu menunggu lama untuk dipastikan sehat.
Sekedar diketahui, selama ini, Jepang menggunakan tes swab dari rongga hidung. Namun metode itu membuat orang yang menjalani tes bersin dan batuk, sehingga memproduksi droplets yang membahayakan para tenaga kesehatan.
Karenanya, dengan menguji melalui air liur, ancaman terhadap kesehatan para tim medis juga berkurang.
“Metode baru ini akan sangat mengurangi beban pada pasien dan mengurangi kecemasan tenaga kesehatan ketika mengambil sample,” ungkap Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato.
Kebijakan ini sendiri diambil, guna mengurangi keraguan para ahli terhadap keputusan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk melonggarkan restriksi di pintu masuk dan perbatasan, dimana sebelumnya, Jepang telah menangguhkan visa masuk dari setidaknya 110 negara di dunia, termasuk Indonesia.
Comment