MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Guna meredam maraknya penyebaran virus corona, PT Pertamina MOR VII menggelar kegiatan Healthy Talk Covid-19, di Kantor Unit Pertamina MOR VII, Jl Rajawali, Senin (9/3/2020).
Kegiatan ini sendiri, dilakukan guna mengedukasi pekerja agar lebih mawas diri terhadap virus corona dan informasi salah yang beredar.
Adapun narasumber Healthy Talk yang dihadirkan, adalah Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Sulawesi, dr. Arif Santoso, Sp.P(K),Ph.D,FAPSR, dan dokter Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, dr. Abbas Zavey Nurdin, Sp.Ok., MKK.
General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, C. D. Sasongko, mengatakan, kegiatan talk healthy ini penting untuk disimak agar pengetahuan pekerja semakin mendalam mengenai Coronavirus.
“Diharapkan pekerja Pertamina bisa mengantisipasi penyebaran virus dengan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pekerja Pertamina juga diimbau untuk tidak ikut menyebarkan berita hoax yang telah beredar di masyarakat,” ujarnya.
Selain Healthy Talk Covid-19, katanya, Pertamina juga melakukan launching aplikasi MyDoctor Pertamina di lingkungan Pertamina MOR VII.
Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pekerja yang ingin berkonsultasi langsung dengan dokter di Pertamina. Pada aplikasi ini, juga disediakan fitur lain seperti kalkulator Body Mass Index (BMI) dan Cardiovascular, artikel kesehatan, serta fitur Emergency yang memuat lokasi dan nomor telpon rumah sakit terdekat.
“Aplikasi ini merupakan bentuk inovasi Pertamina di zaman teknologi yang serba cangggih untuk peningkatan layanan kesehatan. Diharapkan dengan semakin mudahnya akses ke layanan kesehatan, semoga membuat kita semua peduli akan kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kita tidak mudah terpapar virus dan penyakit,” katanya.
Sasongko juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Project Collaboration Prove Team dari MOR IV Semarang yang telah mengembangkan aplikasi ini, sehingga dapat memberi kemudahan kepada seluruh pekerja untuk mengakses layanan kesehatan.
Editor : Marwiah Syam
Comment