Emergency Drill, Pertamina Aktifkan Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat Level Satu

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – PT Pertamina MOR VII Sulawesi langsung mengaktifkan organisasi penanggulangan keadaan darurat (PKD) level satu. Hal ini dipicu oleh ilegal tapping yang dilakukan oleh oknum, dengan cara melubangi atau mengebor pada jalur pipa diameter delapan Inchi tepatnya di dekat Block Valve nomor 02 di jalan Tol Reformasi.

Hal itu menyebabkan kebocoran di jalur pipanisasi Avtur dan BBM meluber, serta terjadi kebakaran di sekitar lokasi hingga tumpahan mengalir ke saluran drainase air menuju ke muara sungai.

Salah seorang pekerja PT Bosowa Margautama Nusantara yang kantornya berdekatan dengan titik kebakaran tersebut, mencoba memadamkan kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan Hydrant Portable, namun kebakaran gagal dipadamkan.

Kemudian pekerja tersebut, melaporkan kejadian tersebut ke jalur sentral komunikasi Bosowa dan langsung diteruskan kepada Terminal BBM Makassar, Koramil, serta Polsek terdekat.

Dengan sigap, seluruh personil keamanan dan keselamatan wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi langsung melakukan tindakan.

Kegiatan tersebut terangkum dalam “Simulasi Keadaan Darurat Level Satu” yang dilakukan oleh Pertamina bersama-sama dengan stakeholder terkait.

Pjs. Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR VII Sulawesi, Ahad Rahedi, menyampaikan, kegiatan simulasi keadaan darurat level satu merupakan upaya Pertamina mengasah kesigapan dalam aspek keamanan keselamatan. Tak hanya faktor keamanan, juga kesigapan setiap Pekerja turut dilibatkan dalam keadaan ini.

“Seluruh fungsi dalam perusahaan sudah memiliki peran tersendiri, sehingga dalam simulasi ini, kami mengasah kembali peran masing-masing, termasuk diantaranya kesigapan tim di lokasi dalam penanganan korban, serta koordinasinya dengan Puskodal yang berlokasi di Kantor unit MOR VII,” ujarnya disela-sela Simulasi Keadaan Darurat Level Satu, Jl Tol Reformasi, Kamis (15/8/2019).

Selain aksi heroik di lokasi kejadian, kata Ahad, koordinasi dan komunikasi intens juga dilakukan antara personil di TBBM Makassar, DPPU Hasanuddin, Puskodal Kantor MOR VII, serta stakeholder terkait.

“Alur koordinasi dan komunikasi menjadi aspek penting untuk menjaga validitas data yang nantinya disampaikan kepada seluruh stakeholder terkait,” tambah Ahad.

Ahad juga mengungkapkan, pihaknya senantiasa menjaga kehandalan seluruh peralatan keamanan. Pun pemeliharaan dan monitoring berkala kerap dilakukan secara rutin untuk memastikan kesiapan peralatan dalam kondisi darurat.

“Simulasi yang dilakukan ini tidak hanya melibatkan unsur HSE dan pekerja di lingkungan Pertamina saja. Kegiatan ini juga diperkuat dengan partisipasi dari aparat keamanan, PT Bosowa Margautama Nusantara dan Dinas Pemadam kebakaran setempat,” katanya.

Editor : Marwiah Syam



Comment