MAKASSAR, Beritapedoman.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel mencatatkan nilai ekspor Sulsel mengalami penurunan sebesar 20,05 persen pada periode April 2019.
Dengan penurunan ini, angka pencapaian periode tersebut, hanya mencapai 71,02 juta USD, lebih rendah dibanding pencapaian pada Maret 2019 yang tembus 88,83 juta USD.
Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengungkapkan, capaian pada April 2019 ini juga tercatat mengalami penurunan sebesar 18,54 persen dari kondisi bulan yang sama dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 87,19 juta USD.
“Jadi selain menurun di periode ini, juga menurun jika dibanding tahun sebelumnya,” katanya melalui rilisnya, Selasa (11/6/2019).
Adapun komoditas pemberi andil pada nilai ekspor ini, kata Yos, tetap dicatatkan seperti sebelumya, yakni nikel yang memberi andil sebesar 50,82 persen atau 36,09 juta USD dari total nilai ekspor Sulsel.
Disusul komoditi biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar 10,38 juta USD (14,61 persen).
Selanjutnya, dicatatkan komoditi garam, belerang, dan kapur yang juga memberikan andil sebesar 5,59 juta USD (7,86 persen), dan komoditi besi dan baja sebesar 5,07 juta USD (7,14 persen), serta komoditi lak, getah, dan damar sebesar 4,71 juta USD (6,64 persen).
“Adapun tujuan ekspor pada periode April 2019, masih disumbangsih negara Jepang sebagai negara yang paling memberikan andil pada nilai ekspor ini, yakni 53,80 persen, disusul Tiongkok 31,98 persen, Australia 4,45 persen, dan Korea Selatan 2,68 persen,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment