Beritapedoman.com – Tidak semua orang gemar mengemudikan mobil sendiri untuk perjalanan jarak jauh, apalagi jika tidak ada teman selama perjalanan.
Solusinya adalah meninggalkan mobil di garasi rumah dan bepergian menggunakan transportasi umum.
Saat meninggalkan mobil di garasi, rem tangan atau rem parkir kerap digunakan saat meninggalkan mobil yang terparkir, untuk menjaga agar mobil tidak maju atau mundur dengan sendirinya.
Namun bagaimana jika rem tangan digunakan saat mobil ditinggalkan dalam waktu lama ya?
Technical Leader Auto2000 Bintaro, Sartono, mengatakan, rem tangan memang baiknya digunakan ketika akan meninggalkan mobil dalam waktu singkat.
Sebaliknya, jika kamu akan meninggalkan mobil dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya hindari penggunaan rem tangan.
Untuk mobil bertransmisi otomatis, akan lebih baik jika menempatkan tuas transmisi di posisi P (park).
”Menempatkan tuas transmisi di posisi parkir (P) sudah pasti aman, karena mobil tidak akan bergerak maju ataupun mundur,” katanya, seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (5/6/2019).
Sedangkan untuk mobil bertransmisi manual, kata Sartono, rem tangan masih dibolehkan, tapi ada yang harus diperhatikan.
”Pastikan mobil tidak habis dicuci atau baru melewati banjir, apalagi jika rem belakang masih menggunakan jenis tromol, karena berisiko membuat kampas rem menempel sangat kuat ke bagian dalam teromol,” katanya.
Yang berbahaya, lanjut Sartono, adalah jika mobil akan digunakan lagi (dalam kondisi kampas rem menempel), bisa lepas saat mobil dipaksa untuk terus berjalan.
“Sebagai alternatif, gunakan balok kayu atau alat khusus pengganjal ban mobil atau wheel chock, ketika akan meninggalkan mobil di garasi rumah,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment