MAKASSAR, Beritapedoman.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel akan menerapkan empat pilar strategi terkait pengembangan UMKM kedepannya secara signifikan.
Empat pilar strategi ini, ditujukan untuk lebih mendongkrak sektor UMKM, dimana perannya merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian di daerah dan secara nasional.
Adapun ke empat pilar tersebut, meliputi meningkatkan kapasitas ekonomi UMKM, meningkatkan pembiayaan dan akses keuangan UMKM, mendorong pemanfaatan teknologi untuk efisiensi transaksi keuangan dan peningkatan akses pasar UMKM, meningkatkan koordinasi dan kerjasama kelembagaan, serta pengembangan sistem informasi UMKM BI.
Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Rachmat Ryanto, mengungkapkan, strategi tersebut, mencakup produktivitas, daya saing, dan inovasi yang harus terus dirangsang pengembangannya, dimana hal itu harus ditunjang dengan akselerasi infrastruktur yang memadai dengan dukungan instrumen kebijakan.
“Tak hanya itu, kerjasama dan sinergi dari berbagai lembaga dan stakeholder pun sangat dibutuhkan dalam hal pengembangan UMKM. Jika tidak ada sinergi, maka empat pilar strategi ini tak akan berjalan efektif,” katanya disela-sela acara buka puasa BI bersama media Makassar, di Hotel Melia, Jl Mappanyuki, Selasa (28/5/2019).
Arah pengembangan UMKM ini sendiri, katanya, BI akan mengarahkan bagaimana mendukung UMKM yang bergerak di komoditas pangan untuk mengurangi tekanan inflasi komponen dari sisi pasokan.
Selain itu, juga difokuskan untuk lebih mendorong UMKM berorientasi ekspor dan mendukung pariwisata dan mendorong akses keuangan, pengembangan UMKM syariah, pemanfaatan teknologi digital, dan mendorong keikutsertaan UMKM dalam pameran atau event kancah internasional.
“Jika hal ini semakin terealisasi secara baik, tentunya akan berdampak positif secara signifikan, yang otomatis berimbas pada devisa dan transaksi berjalan,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment